<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127</id><updated>2011-04-21T12:10:42.616-07:00</updated><title type='text'>Catatan Kecil</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-115262407245323075</id><published>2006-07-11T06:18:00.000-07:00</published><updated>2006-07-11T06:21:15.506-07:00</updated><title type='text'>Pilihan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Kekayaan yang sejati adalah Kebebasan. Dan Kebebasan hanya bermakna bila ia mampu untuk Memilih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Hidup memang penuh pilihan. Kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan: Mau makan apa hari ini? Mau ke kanan atau ke kiri? Mau menikmati dulu jadi jomblo atau ingin cepat-cepat menikah? Ingin beli sepatu atau buku? Mau nembak sang pujaan hati sekarang atau besok lusa? Ingin sekolah lagi atau bekerja? Mau mencoblos Pak SBY atau Bu Mega? Dan masih banyak lagi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tak semua manusia beruntung diberkati beraneka ragam pilihan. Bahkan pada beberapa kasus, kita sering merasa tak punya pilihan. Mungkin itulah yang membedakan si kaya dari si miskin. Kaya dan miskin yang saya maksudkan di sini adalah dalam artian yang seluas-luasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Misalnya, si kaya punya pilihan: untuk pergi ke kampus naik mobil atau motor atau angkot bahkan berjalan kaki. Mau cara yang manapun ia bisa tergantung kepentingan dan suasana hati. Sementara si miskin tak punya pilihan sebanyak si kaya. Itu semua masih dalam satu kerangka batas bernama: uang. Di samping soal uang, masih banyak lagi batasan yang melingkupi setiap pilihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mereka yang kaya adalah mereka yang tidak membiarkan diri mereka terjajah atau diatur oleh sesuatu di luar diri. Mereka inilah si kaya yang sesungguhnya karena ia memiliki kebebasan untuk bertindak. Dan paradoksnya: kebebasan akan selalu diikuti oleh tanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tanggung jawab tidak datang dari luar. Tanggung jawab tidak hadir—dan tidak pernah akan hadir—dari kekangan masyarakat atau siapapun. Karena setiap kekangan dan pembatasan hanya akan melahirkan penahanan diri. Dan orang-orang yang tertahan ini jika suatu saat diberi kesempatan sedikit saja untuk bebas, maka ia akan menggunakan kesempatan itu semaksimal mungkin bahkan cenderung berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tanggung jawab lahir dari kesadaran sedangkan penahanan diri hadir karena ketidakberdayaan. Dan tahukah... bahwa Anda dan saya, kita semua Berdaya! Kita semua Bebas Merdeka! Kita semua Kaya! Tapi sayang, tak semua dari kita yang menyadari kekayaan diri dan merasa lembih nyaman dan aman hidup dalam pilihan yang terbatas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-115262407245323075?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/115262407245323075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=115262407245323075' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/115262407245323075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/115262407245323075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/07/pilihan.html' title='Pilihan'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-115053454365176765</id><published>2006-06-17T01:50:00.000-07:00</published><updated>2006-06-17T23:13:09.710-07:00</updated><title type='text'>Rumah</title><content type='html'>&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/1600/house_icon.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/320/house_icon.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tersebutlah sebuah negeri nun jauh di seberang lautan. Di sana berdiam beberapa orang yang sedang marah, kesal dan mengutuk sejarah. Lebih banyak lagi yang rindu—tapi entah pada apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apa lagi yang kurang di negeri itu? &lt;i&gt;Segalanya tersedia, serba teratur, tak ada najis bahkan terkesan terlampau rapi. Semua sudah dilakukan untuk menegakkan Kuasa Tuhan seperti yang disebut dan dinubuatkan dalam kitab suci.&lt;/i&gt; Tapi tokh hingga kini di sana tak kunjung ada ”ujung”, tak juga hadir ”sang akhir”... ternyata dunia masih berputar—siang masih saja diikuti malam, surga pun masih harus menunggu ajal dan kiamat membukkan pintunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di sudut-sudut kota yang mulai letih menanti dan memaki itu panji-panji yang membawa nama-Nya sudah mulai berkalang debu. Perjuangan telah lama kehabisan lawan kecuali dari masa lalu. Semua telah berhasil diseragamkan dan tak ada yang tampil ganjil. Setiap warga telah memakai baju dan aksesoris dari bahan dan warna yang sama dengan pola dan potongan yang diijinkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sudah lama tuak tak lagi dijual di kios-kios remang, warga hanya kenal pelacur dari kisah-kisah pilu dari negeri jiran yang kafir. Dadu dan pertandingan adu tangkas tak ada lagi, karena konon itu semua hanya membawa gempa dan tsunami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apa lagi yang harus dibuat ketika Tuhan pun sudah berhasil diperangkap? Apa lagi yang bisa terjadi ketika sabda-Nya dikuasai para brahmana berjubah putih? Hanya mereka yang punya legitimasi—yang duduk di lembaga-lembaga tinggi—yang boleh menentukan yang mana saja yang baik dan mana yang haram. Di negeri itu, Tuhan dikalahkan pengikut-pengikutnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Entah sebenarnya panji-panji siapa yang digantung di sana-sini. Angin pun sering terasa enggan meniupnya. Surau-surau mengumandangkan titah Tuhan tiada henti; mengingatkan warga bahwa keadilan dan suara lain tak perlu ada asal syariat-Nya telah tegak berdiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mereka belajar dari sejarah panjang yang terjadi di tanah itu beratus-ratus tahun yang lalu. Bahwa di sana pernah hidup manusia-manusia yang tak pernah bisa duduk tenang karena terus dikecam bencana. Gejolak dan bom meledak-ledak di tengah-tengah hari yang sibuk atau di malam-malam ketika hidangan baru saja tersaji di atas meja-meja restauran. Ketika itu, panji-panji-Nya baru saja akan dikibarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Beratus-ratus tahun yang lalu Tuhan masih belum sudi menginjakkan kaki-Nya di negeri itu. Kata mereka—&lt;i&gt;saat itu ajaran-Nya masih terlalu bebas untuk dipahami dan diredefinisi siapa saja...&lt;/i&gt; sesuatu yang bila sekarang dilakukan berarti kepala yang terpenggal. Sabda-Nya hanya berhak ditafsir sekelompok brahmana yang duduk di kursi-kursi empuk—selebihnya yang ada cuma kembang-kembang hiasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aneh rasanya buat warga negeri itu mendengar kata-kata seperti toleransi apalagi apresiasi. Tak seperti leluhur mereka yang begitu bangga bila disebut sebagai orang yang toleran dan apresiatif. Bahkan membicarakan tentang pluralitas, tentang kebhinnekaan.. adalah tindakan yang mengguncangkan sendi-sendi negara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dahi mereka pun kadang berkerut jika membaca kisah-kisah ”prasejarah” yang bercerita bahwa di sebuah kawasan di negeri itu yang dulu pernah menjadi ibukota pernah berdiri tempat ibadah yang megah yang ternyata diarsiteki oleh umat beragama lain. &lt;i&gt;Bagaimana itu mungkin?&lt;/i&gt;—komentar mereka—&lt;i&gt;Pantas saja mereka dilaknat oleh Tuhan!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;Bahkan&lt;/i&gt;—para pelajar melanjutkan bacaan mereka—&lt;i&gt;dahulu, mereka pernah memilih seorang wanita sebagai penguasa. Tak masuk akal! Mereka juga punya artis goyang pinggul yang sering manggung di mana-mana bahkan sampai ke luar negeri. Mereka tak melindungi wanita dari kelam-malam dan membiarkan mereka bepergian tanpa kawalan. Wanita—dengan suara dan tubuhnya—menjadi sebab kehancuran karena moral yang binal...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kini, di negeri nun jauh di seberang lautan itu, perjuangan hanya tinggal monumen yang mencibir masa lalu. Menghardiknya karena mempersilakan yang haram dijual di pinggir-pinggir jalan. Mencerca karena tak membiarkan syariat-Nya dijalankan negara. Kehidupan telah lama ditukar seikat sabda berumur ribuan tahun, yang kata mereka, &lt;i&gt;Tak memerlukan pemaknaan baru.&lt;/i&gt; Sekarang, Tuhan benar-benar telah bisu... Ia sudah berhenti berkata-kata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di sana, Tuhan telah lama mati.. terlalu jompo tampil di muka umum.. atau kehadiran-Nya tak perlu lagi. Ia telah dimenangkan sekaligus dipecundangi ratusan tahun lalu ketika warga negeri itu menjadikan satu kitab-Nya sebagai sebuah hukum dan undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan, sebuah undang-undang tak bisa menginspirasi hidup.. ia hanya bisa menimbang lalu berkata benar atau tidak. Lalu hidup yang dibangun di atasnya hanyalah sekedar imitasi. Penduduk negeri di seberang lautan itu merasakan ada yang hilang... mereka rindu—tapi, entah kepada apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di jantung negeri itu Tuhan telah mereka buatkan rumah yang megah dan indah—dan seringkali riuh oleh orang-orang yang menyenandungkan doa, namun dengan pintu dan jendela yang tertutup rapat dan tak ”dibuka” dari dalam—dan tentu saja—tak bisa ”dimasuki” dari luar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;i&gt;Oh Tuhan kapan aku bisa menjenguk-Mu, lalu kita bisa berjalan-jalan lagi, berbincang dan minum teh bersama di kebun belakang seperti dulu...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: georgia;"&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-115053454365176765?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/115053454365176765/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=115053454365176765' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/115053454365176765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/115053454365176765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/06/rumah.html' title='Rumah'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-115035687168518454</id><published>2006-06-15T00:32:00.000-07:00</published><updated>2006-06-15T00:34:31.863-07:00</updated><title type='text'>Tubuh</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;- &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;sekali lagi tentang RUU APP&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Suara yang menyeru-nyeru soal RUU APP sudah banyak. Suara-suara itu sudah ruah, terlalu riuh bahkan mulai terasa menjemukan. Di satu sisi RUU ini didukung penuh; tak ada kata mundur. Mereka berdalih, inilah cara menyelamatkan moral bangsa yang—menurut mereka—telah sedemikian terpuruk. Di seberangnya, ada suara-suara yang berkata bahwa RUU ini hanya sampah. Dan, seperti sampah, mereka mencium busuknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tubuh. Setiap kita punya sepaket tubuh. Ada kaki dan tangan yang sepasang. Ada pula kepala dengan mata, hidung, mulut, kuping, alis yang kita sebut wajah. Ada rambut yang hitam mengakar di kulit kepala. Ada leher, dada, payudara, pusar, perut, kelamin, pantat dan punggung. Itu baru yang nampak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Yang tak bisa dijamah mata dan diraba, kita semua juga punya: tenaga yang menggerakkan badan dan pikiran yang mengendalikan perilaku. Kita juga punya perasaan yang membuat kita bisa merasakan cinta dan benci, jijik dan kagum. Moral—yang disebut-sebut banyak orang itu—adalah produk pikiran yang memungkinkan kita memilah mana yang baik mana yang tidak menurut suatu ukuran tertentu di mana kita tumbuh di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sensualitas bergantung dari kepala yang mencernanya. Seperti moral tadi, sensualitas yang ditangkap seseorang bergantung dari di mana ia tumbuh. Bila manusia itu lahir dan besar di tempat yang sedemikian ketat menutup tubuh, maka tapak dan punggung tangan atau kerlingan mata yang binar saja bisa membuat darah berdesiar. Tangan dan mata—yang mungkin menurut orang lain biasa saja itu—menjadi penuh sensualitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pertanyaannya, di manakah kita tumbuh? Karena itu akan memperngaruhi parameter moral yang kita anut yang juga mempengaruhi definisi kita tentang sensualitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ada yang bernafsu begitu melihat leher yang jenjang, kumis dan jambang, bulu di tangan dan dada, pipi yang empuk merona, bahkan jempol kaki, atau kadang melalui suara atau aroma tubuh. Semua itu bisa menjadi sensual buat seseorang tapi bisa menjadi biasa-biasa saja atau bahkan menjijikkan buat orang lain. Untuk urusan ini, tak semua kita sama. Tak ada yang salah dengan bernafsu; asal kita tak dikendalikan olehnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pornografi memang cuma membawa nikmat yang sesaat dan seringkali menyesatkan pikiran-pikiran yang lemah. Ya, saya setuju: Pornografi tidak baik. Karenanya, ia peredarannya perlu diatur atau—menurut beberapa orang—harus dienyahkan sama sekali. Okay, saya tidak akan berpolemik tentang itu... silakan lakukan yang mana saja, karena ‘pemusnahan’ pun adalah sebentuk pengaturan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tapi apakah pikiran bisa diatur dengan undang-undang? Kalau ia terangsang melihat bibir yang menawan, bisakah itu dihapuskan seketika dengan peraturan? Dan lagi... kenapa wanita yang disasar? Bukankah RUU itu sebenarnya melecehkan syahwat laki-laki Indonesia yang menurut penyusun RUU mudah bangkit dan tak terkendalikan? Haruskah kita meninggalkan cara berpakaian kita dengan kebaya dan kemben? Haruskan semua dijubahi? Bagaimana pula mendefinisikan mana yang sensual mana yang tidak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kita seperti ingin mengusir tikus dengan membakar lumbung. Lihat ‘kobarannya’ di mana-mana... Mengapa masih mengotot ketika persatuan bangsa menjadi taruhannya? Mengapa keukeuh padahal manusia (dan pikirannya) tak bisa diseragamkan? Apakah undang-undang yang ada selama ini tak cukup? Jika begitu... oh betapa besarnya nafsumu sampai-sampai tak bisa kau kendalikan sendiri dan butuh undang-undang lagi untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sungguh, semua ini tak masuk akan buatku... selemah itukah kamu? setak-percaya-dirikah kamu, saudaraku? Mungkin perhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuhmu.. mungkin kau terlalu banyak makan daging kambing atau bubuk tanduk badak, atau pelir macan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tubuh, sampai kapanpun akan tetap memancarkan daya tariknya. Bahkan ketika ditutup rapat-rapat, bahkan ketika ia dipenjara aturan.. nafsu akan bisa mengetuk kita kapan saja. Kenapa mengutuk tubuh karena membawa nafsu dalem paketnya? Jagalah tubuh, rawatlah baik-baik.. bukankah tubuh kita ini adalah kuil-Nya, rumah-Nya? &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-115035687168518454?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/115035687168518454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=115035687168518454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/115035687168518454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/115035687168518454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/06/tubuh.html' title='Tubuh'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-115029367243859082</id><published>2006-06-14T07:00:00.000-07:00</published><updated>2006-06-15T00:46:38.510-07:00</updated><title type='text'>Stiker</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Stiker memang tempelan. Ia melekat pada permukaan sesuatu, ia sering dipakai untuk menjelaskan, melambangkan, atau hanya menjadi sekedar kesenangan, dengan desain dan warna-warna juga kata-kata yang menarik. Tapi stiker tak bisa lebih dari itu, apalagi ketika ia mencoba mengungkapkan sesuatu yang tak bisa diukur dan ditimbang: keyakinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Belakangan ini banyak sekali yang memasang stiker di pantat mobilnya: “Islam The Only Way” atau lain waktu “Hindu Way of Life” atau “Christ Inside” dengan beragam bentuk dan warna-warna terang. Stiker-stiker itu menjadi identitas yang melambangkan si empunya mobil, sebuah siar kepada para pengguna jalan yang kebetulan berada di belakang mobil tadi dan sempat membaca tentang keyakinan (atau mungkin harapan) si pemilik kendaraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tak ada yang salah dengan stiker-stiker yang ditempel di pantat mobil; asal tak ada yang tersinggung lalu menabrak dari belakang. Namun ada sebuah pertanyaan yang menggelitik saya: apakah agama—sekarang-sekarang ini—bernasib tak jauh dari sebuah stiker kecil nan manis... sebuah tempelan semata?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seperti kodrat sebuah stiker yang sifatnya visual, agama lebih sering dibawa-bawa sebagai simbol yang cuma konsumsi mata. Ini terjadi di mana-mana; di demonstrasi-demonstrasi dan—kadang-kadang—di antara mereka yang berteriak-teriak marah, di televisi-televisi.. di mana-mana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bahwa mereka yang beragama adalah mereka yang memakai jubah, menjaga cambang dan janggut, yang tak pernah abai menyisihkan waktu untuk beribadah, membolak-balik lembaran buku agama, dan mereka dengan tasbih menghiasi tangan... semua yang bisa ditangkap mata, semua yang sifatnya luaran. Kalau sudah melakukan semua itu, kita aman, kita sudah beragama.. tak peduli apakah sesaat kemudian kita mencuri, atau merobek-robek persatuan bangsa, atau melempari rumah orang lain dengan batu karena agamanya tidak sama dengan agama kita, atau... sesederhana tak melakukan apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Andai sebuah stiker bisa mengubah segalanya: mengubah krisis yang panjang jadi kemajuan, mengubah yang salah jadi benar, mengubah yang kafir menjadi beriman, mengubah si bodoh menjadi jenius, membikin si buruk rupa menjadi ikon kecantikan, membuat yang memasangnya masuk surga... oh andai itu ada.. aku pun mau menempel banyak-banyak—tak hanya pantat mobil—tapi kalau perlu seluruh badan ini ku tempeli dengan stiker. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-115029367243859082?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/115029367243859082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=115029367243859082' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/115029367243859082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/115029367243859082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/06/stiker.html' title='Stiker'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-114966011685038935</id><published>2006-06-06T23:01:00.000-07:00</published><updated>2006-06-06T23:08:14.400-07:00</updated><title type='text'>Balada dari Tanah Hitam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/1600/tsotsi.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/320/tsotsi.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tsotsi mungkin bukanlah nama. Ia hanyalah sebuah kata yang dipilih dan dibentuk oleh kehidupan untuknya. Tsotsi adalah pemuda yang sedang berlari di atas tanah tua Afrika yang hitam. Ia berlari dan terus berlari di bawah langit yang hujan. Di sanalah Tsotsi mencoba menggenapi kata yang adalah namanya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hujan dan kenangan masa kecil membawa Tsotsi ke sebuah perumahan mewah di pinggiran kota Soweto, Afrika Selatan. Ia meringkuk dalam gelap bayang-bayang. Tak berapa lama, sebuah mobil melintas dan berhenti di depan gerbang salah satu rumah. Seorang wanita keluar lalu memanggil sang penghuni melalui intercom. Sebuah niat muncul di benak Tsotsi untuk mencuri mobil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja wanita itu melawan. Ia berteriak-teriak memperingatkan. Namun, dengan senjata di tangan, Tsotsi-lah sang pemenang. Meskipun belum pernah mengendarai mobil sebelumnya, ia nekat menginjak pedal gas dan menerabas malam. Sampai ia mendengar suara dari kursi belakang yang mengantar Tsotsi pada perjalanan lain dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang memenangi piala Oscar untuk kategori film berbahasa asing terbaik tahun 2006 ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Gavin Hood. Tsotsi berarti gangster, sesuatu yang tumbuh dari—dan kemudian memancarkan—kekerasan. Tsotsi, yang diperani dengan sangat baik oleh Presley Chweneyagae dikelilingi tiga orang teman: Boston—yang bercita-cita menjadi guru, Aap—yang lugu dan penurut, sobat Tsotsi sejak kecil, dan Butcher—yang sering tak segan membunuh korban-korban mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gavin Hood seolah ingin menyampaikan pesan dalam filmnya, bahwa kekerasan punya akar yang dalam dan menghujam dalam diri seseorang untuk bisa tumbuh menjadi perangai yang kejam. Kekerasan itu bagai virus yang tidak berasal dari dalam, ia dibentuk dari serangkaian kejadian yang perlahan-lahan membunuh kepercayaan seseorang pada kasih-sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah seorang anak kecil yang dipisah dari ibunya yang menderita AIDS dan diasuh oleh ayah yang pemabuk yang tak segan memukul. Anak itu lalu melarikan diri dan hidup di jalanan dalam naungan pipa-pipa drainase yang teronggok ditinggalkan bersama beberapa anak yang sama-sama disisihkan kehidupan. Di sanalah ia mempelajari kerasnya dunia. Ia harus terus hidup meskipun itu artinya mencuri, merampok, bahkan membunuh sekalipun. Ia lalu mengenal sebuah kata yang ia jadikan nama dan cita-cita: Tsotsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, manusia selalu rindu pada kasih-sayang. Tsotsi yang malam itu membawa lari mobil yang baru dicurinya, dikejutkan oleh suara tangis bayi dari kursi belakang. Ia tersentak lalu menabrak sebuah rambu jalan. Mobil itu pun berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana, Tsotsi tak tega meninggalkan bayi itu sendirian. Ia lalu memasukkan bayi itu ke dalam tas belanjaan besar, kemudian pulang. Tsotsi yang tak tahu apa-apa soal mengurus bayi kemudian dibingungkan soal popok dan susu. Ia mengganti popok bayi dengan koran seadanya dan memberinya makan susu kental manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian demi kejadian mengikuti. Ia bertemu dengan seorang janda cantik, Miriam (Terry Pheto), yang ia paksa menyusui si bayi. Tsotsi mulai mengenal cinta, dan ia pun melembut. Bagaimanapun manusia tak bisa hidup lama tanpa cinta, ia menjadi rapuh. Ia akan berusaha mencarinya dari orang-orang di sekelilingnya, atau dari anak-istri-suami-keluarga, dan sebagainya. Manusia menjadi keras karena ia sadar ia rapuh, dan karenanya ia berusaha menyakiti orang lain sebelum dirinya tersakiti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-114966011685038935?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/114966011685038935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=114966011685038935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114966011685038935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114966011685038935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/06/balada-dari-tanah-hitam.html' title='Balada dari Tanah Hitam'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-114947689079653615</id><published>2006-06-04T20:07:00.000-07:00</published><updated>2006-06-04T20:08:11.180-07:00</updated><title type='text'>Kepribadian: Enneagram</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Manusia selalu tertarik (atau.. sering gak kenal) dengan dirinya sendiri. Macem-macem yang manusia buat.. bikin pengelompokan sifat-sifat, ngukur-ngukur intelejensia—dari kemampuan matematika sampai spiritual—IQ, EQ, SQ, dan Q-Q lainnya. Ada yang menarik saya beberapa hari yang lalu di toko buku bagian psikologi. Di sana ada buku yang bertitel &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Enneagram&lt;/span&gt;. Pinging tahu.. saya baca.. menurut penulisnya, manusia dikelompokkan dalam 9 tipe. Yang mana tipe Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 102, 0);"&gt;1 Si Visioner: Rasional dan Idealis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tipe ini sangat mematuhi aturan, punya tujuan/ideal/pedoman yang jelas, menguasai-diri, dan perfeksionis abis! Ketakutan terbesar: tampak buruk/jahat dan tak sempurna. Kebutuhan dasar: menjadi orang yang sempurna, punya integritas, menjadi seimbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Varian tipe ini dapat berkisar dari sifat yang condong ke sayap-2, menjadi Sang Pengacara yang detail dan tajam hingga condong ke sayap-9, menjadi Idealis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Bila tertekan/stress, tipe-1 yang sangat kaku (metodis) ini menjadi moody dan gampang tersinggung seperti tipe-4 yang Perasa. Tapi bila merasa nyaman (dengan dirinya), tipe-1 yang pemarah dan kritis ini akan lebih spontan dan ceria seperti tipe-7 yang Bersemangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);font-family:verdana;" &gt;2 Sang Penolong: Penyayang dan Interpersonal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tipe ini gemar berbagi, menunjukkan apa yang dirasakannya kepada orang lain, berusaha menyenangkan orang lain dan posesif. Ketakutan terbesar: merasa tidak diperlukan, tak cukup berharga untuk dicintai. Kebutuhan dasar: merasa dicintai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Varian tipe ini dapat berkisar dari sifat yang condong ke sayap-1, menjadi Sang Pelayan yang selalu siap sedia hingga condong ke sayap-3, menjadi Sang Tuan Rumah yang memiliki segalanya untuk membantu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Bila tertekan/stress, tipe-2 yang selalu ingin dibutuhkan ini menjadi agresif dan mendominasi seperti tipe-8 yang Berkuasa. Tapi bila merasa nyaman (dengan dirinya), tipe-2 yang bangga-diri dan sering berpura-pura ini akan lebih menyayangi diri dan menyadari keinginan juga perasaannya seperti tipe-4 yang Halus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);font-family:verdana;" &gt;3 Si Jawara: Mengejar Sukses dan Pragmatik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tipe ini mudah beradaptasi, selalu berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya, punya keinginan yang kuat untuk mengapai sesuatu dan sangat memperhatikan 'penampilan'. Ketakutan terbesar: gagal dan tidak berguna. Kebutuhan dasar: berharga dan penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Varian tipe ini dapat berkisar dari sifat yang condong ke sayap-2, menjadi Orang Baik-baik yang menawan hingga condong ke sayap-4, menjadi Profesional Sejati yang flamboyan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Bila tertekan/stress, tipe-3 yang berkeinginan keras ini menjadi cuek dan bebas seperti tipe-9 yang 'Tak Perduli'. Tapi bila merasa nyaman (dengan dirinya), tipe-3 yang sering memperdaya ini akan lebih bisa bekerja sama dan berkomitmen seperti tipe-6 yang 'Setia'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);font-family:verdana;" &gt;4 yang Romantis: Perasa dan Menikmati Kesendirian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tipe ini ekspresif, hidup bagai dalam drama, individualis dan tempramental. Ketakutan terbesar: tidak punya status/identitas yang tegas atau merasa diri tak diinginkan. Kebutuhan dasar: menemukan peran dan posisinya (untuk menciptakan identitas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Varian tipe ini dapat berkisar dari sifat yang condong ke sayap-3, menjadi Sang Aristrokrat yang agung hingga condong ke sayap-5, menjadi Bohemian yang punya hidup unik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Bila tertekan/stress, tipe-4 yang menjaga jarak ini berubah jadi terlalu ikut campur dan bergantung seperti tipe-2 yang Selalu Ingin Terlibat. Tapi bila merasa nyaman (dengan dirinya), tipe-4 yang pencemburu dan emosinya bagai roller coaster ini akan lebih objektif dan bermoral seperti tipe-1.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);font-family:verdana;" &gt;5 Si Detektif: Intens dan Pemikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tipe ini tajam, intelektual, inovatif, menyimpan rahasia dan suka mengisolasi diri. Ketakutan terbesar: merasa tak bisa mengerjakan sesuatu, tak bisa membantu, atau tak terampil. Kebutuhan dasar: mampu dan berkompeten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Varian tipe ini dapat berkisar dari sifat yang condong ke sayap-4, menjadi Iconoclast yang tak tak segan menyerang idola orang banyak hingga yang condong ke sayap-6, menjadi Pemecah Masalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Bila tertekan/stress, tipe-5 yang mandiri ini tiba-tiba menjadi hiperaktif dan tidak fokus mirip tipe-7 yang selalu Bersemangat pada banyak hal. Tapi bila merasa nyaman (dengan dirinya), tipe-5 yang rakus ini akan lebih percaya diri dan tegas mengambil keputusan seperti tipe-8 yang gemar Bertualang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 0, 204);font-family:verdana;" &gt;6 yang Tak Pernah Ingkar: Berkomitmen dan Mencari Rasa Aman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tipe ini menawan dan menarik perhatian, bertanggung jawab, gelisah dan selalu curiga. Ketakutan terbesar: merasa tak didukung dan tak punya petunjuk apa yang harus dilakukan. Kebutuhan dasar: rasa aman dan penyemangat dari luar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Varian tipe ini dapat berkisar dari sifat yang condong ke sayap-5, menjadi Pelindung yang serba detail mengawasi hingga yang condong ke sayap-7, Sahabat Sejati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Bila tertekan/stress, tipe-6 yang penuh rasa taggung jawab ini tiba-tiba menjadi kompetitif dan arogan seperti tipe-3 yang Keras. Tapi bila merasa nyaman (dengan dirinya), tipe-6 yang selalu ketakutan dan pesimistik ini akan lebih santai dan agak optimistik seperti tipe-9 yang Damai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 0);font-family:verdana;" &gt;7 yang Selalu Semangat: Sibuk dan Suka Bersenang-senang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tipe ini berpembawaan spontan, mudah sekali memasuki lingkungan baru, sangat materialistik dan tidak fokus. Ketakutan terbesar: kekurangan materi atau keuntungan dan menderita/sakit/luka. Kebutuhan dasar: terpuaskan dan kebutuhannya terpenuhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Varian tipe ini dapat berkisar dari sifat yang condong ke sayap-6, menjadi Penghibur yang menyenangkan hingga condong ke sayap-8 yang Realis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Bila tertekan/stress, tipe-7 yang tak fokus ini tiba-tiba menjadi perfeksionistik dan kritis seperti tipe-1 yang Kaku. Tapi bila merasa nyaman (dengan dirinya), tipe-7 yang gemar menyantap yang enak-enak ini akan lebih fokus dan tertarik pada kehidupan seperti tipe-5.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);font-family:verdana;" &gt;8 Sang Petualang: Perkasa dan Mendominasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tipe ini sangat percaya diri, pemberi solusi, punya keinginan kuat dan sering menantang orang lain. Ketakutan terbesar: disakiti dan dikendalikan pihak lain. Kebutuhan dasar: melindungi/menguasai diri dan nasibnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Varian tipe ini dapat berkisar dari sifat yang condong ke sayap-7 yang Pemberontak hingga condong ke sayap-9 yang Manis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Bila tertekan/stress, tipe-8 yang penuh percaya diri ini tiba-tiba menjadi tertutup dan takut seperti tipe-5 yang Isolatif itu. Tapi bila merasa nyaman (dengan dirinya), tipe-8 yang seksual dan mengendalikan ini akan lebih terbuka dan penyayang seperti tipe-2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-family:verdana;" &gt;9 Si Santai: Asyik dan Mengecilkan Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Tipe ini sangat terbuka, mudah menghilangkan kegelisahan/ketakutan orang lain, penurut namun sering tak hirau pada pencapaian orang lain (dengan mengatakan ia pun bisa melakukan yang seperti itu). Ketakutan terbesar: kehilangan dan perpisahan. Kebutuhan dasar: diri yang tak bergejolak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Varian tipe ini dapat berkisar dari sifat yang condong ke sayap-8 menjadi Wasit yang memastikan 'permainan' berlangsung dengan baik hingga condong ke sayap-1 yang Pemimpi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Bila tertekan/stress, tipe-9 ini tiba-tiba menjadi gelisah dan takut seperti tipe-6 yang Penggelisah. Tapi bila merasa nyaman (dengan dirinya), tipe-9 yang pemalas/penunda-nunda dan rendah diri perduli pada perkembangan diri dan lebih berenergi seperti tipe-3. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-114947689079653615?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/114947689079653615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=114947689079653615' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114947689079653615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114947689079653615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/06/kepribadian-enneagram.html' title='Kepribadian: Enneagram'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-114906369261621845</id><published>2006-05-31T01:18:00.000-07:00</published><updated>2006-06-16T00:15:16.650-07:00</updated><title type='text'>Pancasila</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/1600/garuda.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/200/garuda.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lama sudah kata-kata ini tak terdengar lagi diumbar-umbar. Buat saya-kecil, Pancasila adalah hapalan dengan 36 (trus jadi 45... nomer cantik rupanya) butirnya (ini siapa sih yang mbikin?!) yang sering membuat pening—karena saya memang susah mengingat yang panjang-panjang. Boro-boro itu, &lt;/span&gt;&lt;font&gt;wong&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; nomer handphone sendiri saja saya suka lupa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Jaman berganti. Soeharto—dengan pemerintahannya yang lebih mirip kerajaan dengan mistisismenya terhadap lambang-lambang kenegaraan termasuk jabatan kepresidenan itu sendiri—akhirnya tumbang delapan tahun lalu. Bersamanya tumbang pula keangkeran Istana, UUD 1945, Pohon Beringin, dan Pancasila. Yang saya sebut terakhir ini mungkin nasibnya paling tersisih. Ia tak semenarik Istana yang diperebutkan (juga sekarang sering kecolongan atau kalau tidak ya.. digerogoti rayap dan tikus). Ia tak seseru UUD yang sudah empat kali diamandemen. Bahkan ia bukan tandingan Pohon Beringin—dan partai yang memakainya sebagai logo—yang pemilu kemarin paling banyak dicoblos orang. Sementara, Pancasila—juga Garuda-nya—terbang entah di mana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Masih inget bunyi sila-silanya? Nggak.. saya nggak akan nanya soal butir-butirnya yang bikin repot itu, koq. Sekedar mengingatkan (kembali ke masa-masa sekolah dulu):&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Persatuan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pemerintah Orde Baru memasukkan Pancasila dalam kurikulum nasional. Sebut saja PMP (Pendidikan Moral Pancasila), PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa), Penataran P4, PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), dsb. Namun sayang, murid-murid—termasuk saya waktu itu—cuma kebagian menghapal dan (diharap) menjawab pertanyaan sesuai dengan kunci jawaban yang seragam dalam ujian-ujian Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional). Pancasila menjadi simbol yang dipaksakan. Ia tak hidup karena dikubur dalam-dalam oleh berbagai mistifikasi. Tak heran Pancasila ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(Ketika itu) jangan berharap ada ruang untuk reintrepretasi, redefinisi. Perbedaan hanya punya satu makna: subversif. Pancasila tak diberi kesempatan untuk tumbuh dan menemukan ruang bebas dalam kehidupan praksis masyarakat. Hasilnya hanya kemandekan; kemandekan yang menghantar pada krisis jati diri. Kita sekarat karena ‘akar’ kita dikerat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Besok, bangsa Indonesia mengenang lahirnya Pancasila 61 tahun yang lalu. Sebuah simposium besar digalang di Jakarta yang dihadiri Presiden dan para petinggi dan intelektualis bangsa. Semoga melaluinya, Garuda Pancasila kita bisa bangkit dari puing-puing negeri ini seperti burung Phoenix untuk terus hidup dan bukan sekedar jadi pajangan dingin di dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Pancasila bukanlah agama tapi sebentuk ikhtiar untuk mencapai kualitas kehidupan bersama yang semakin membaik. Dan, ikthiar tak bisa mati; ia bergelut dan bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Pancasila yang bisa mempersatukan yang Batak, yang Tionghoa, yang Papua, yang Bali, yang Buddha, yang Kristen, yang Hindu, yang Islam... semua bisa berpayung di bawahnya dan kita berkumpul menjadi satu bangsa. Tujuan kita bernegara adalah mencapai kesejahteraan bersama; aku sejahtera, kamu sejahtera, dia juga sejahtera. Tidak! Agama dan syariat-mu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak &lt;/span&gt;bisa membuat kita berkumpul dan bertekat bersama... tapi Pancasila bisa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jayalah Indonesia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-114906369261621845?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/114906369261621845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=114906369261621845' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114906369261621845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114906369261621845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/05/pancasila.html' title='Pancasila'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-114891753051847564</id><published>2006-05-29T08:40:00.000-07:00</published><updated>2006-05-29T08:45:30.536-07:00</updated><title type='text'>Gempa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/1600/bc8203-001.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/200/bc8203-001.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Di sebuah kuliah sang dosen pernah berkata, “Nusantara lahir dari kekacauan.” Ia tak sedang bicara soal politik atau menuturkan sejarah manusia, ia bicara tentang tanah yang kita pijak. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Bumi selalu berganti wajah. Bumi dan hamparan saujananya ini tak sedang diam, ia berubah dan bergerak meski perlahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapisan terluar bumi bagaikan keping-keping puzzle yang mengapung di atas cairan panas yang terus bergerak. Setiap saat ada tepian kepingan yang terbentuk dan di tepian keping yang lain ada yang melesak masuk ke perut bumi lalu meleleh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Adalah lempeng mahabesar bernama Eurasia--satu dari sekian banyak lempeng puzzle kulit bumi--yang bertabrakkan di sebelah tenggara dengan lempeng Australia. Lempeng Eurasia tertahan dan terlipat sedang lempeng Australia terhujam masuk ke perut bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lipatan Eurasia ini membentuk Kepulauan Nusantara dan lelehan Australia yang tertekuk masuk itu mendesak ke atas bagai gelembung-gelembung yang menciptakan rangkaian pegunungan berapi dari ujung sumatra, jawa, hingga kepulauan Sunda kecil di timur. Kita hidup di tanah yang bergejolak dengan gunung-gunung yang sering berasap dan kita sungguh-sungguh rapuh berdiri di atasnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;---&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sabtu masih pagi. Matahari baru saja naik. Kebanyakan orang sedang bersantai dan menikmati akhir pekan yang panjang. Tapi ada cerita lain di Jogja: orang-orang berlari ketakuatan, panik dan sebagian terluka juga menemui ajal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tanah bergetar hebat. Bangunan dan tiang-tiang roboh. Jalan retak dan membelah. Kota-kota berantakan. Bandara rusak dan penerbangan dibatalkan. Semua itu hanya terjadi dalam 57 detik! Tak perlu semenit, bumi menunjukkan kedahsyatannya yang jarang kita sadari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Gempa yang berpusat di lepas pantai Jogjakarta di bawah samudera Hindia pada kedalaman 33 km melepaskan kekuatan yang dicatat 5,9 SR beserta rekaman ketakutan dalam benak mereka yang terguncang. Mereka masih ingat Aceh 2004. Mereka berlari dengan kekhawatiran akan datangnya tsunami. Untung itu tak terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memperkirakan--dalam perkiraan waktu yang pendek--kapan gempa bisa terjadi. Peristiwa itu begitu tiba-tiba. Gempa adalah fenomena alam yang sebenarnya biasa (baca: sering) terjadi. Tapi bila manusia menjadi objek yang menderita karenanya, seperti di Jogja, ia menjadi bencana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagi mereka yang mengimani keberadaan Tuhan selalu ada pesan yang tersimpan di setiap kejadian. Apalagi yang sebesar ini. Manusia selalu mencari makna; di balik muntahan Merapi, terjangan tsunami, luruhan longsor-tanah, bah banjir, dan di antara amuk api pelajaran itu tak pernah berhenti. Apakah bencana itu memberi peringatan, ujian atau bahkan azab atau mungkin ia hanya kejadian biasa yang sejenak mengisi kolom-kolom surat kabar dan berita di teve lalu terlupakan kemudian kita kembali bertengkar dan saling menghancurkan seolah alam tak cukup memorakporandakan? Tak ingatkah bahwa kita semua sedang berdiam di negeri yang lahir dari ‘kekacauan’--masihkah kita butuh bencana yang kita buat sendiri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;Minggu, 28 Mei 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Semoga mereka yang tertimpa musibah diberi kekuatan untuk pulih lalu bangkit lagi. Semoga!&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-114891753051847564?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/114891753051847564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=114891753051847564' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114891753051847564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114891753051847564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/05/gempa.html' title='Gempa'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-114785326240448109</id><published>2006-05-17T00:57:00.000-07:00</published><updated>2006-05-17T01:13:31.620-07:00</updated><title type='text'>Forum yang Tak Harum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/1600/purty_flower_400.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/200/purty_flower_400.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Konon, tak ada yang namanya kebetulan. Itu juga yang melintas di pikiran ketika tanpa sengaja saya masuk ke sebuah forum diskusi di internet. Yang dibahas memang macam-macam, tapi yang paling panas adalah subforum yang bertajuk ‘dialog antar agama’. Isinya lebih mirip saling salah menyalahkan dan ajang makian daripada sebuah dialog. Mungkin ada yang bisa saya ambil pelajaran dari forum-forum yang tak harum macam itu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum--ada juga yang berupa blog--semacam itu sepertinya makin banyak bermunculan. Ada yang anggotanya gado-gado (lintas agama) yang lantas kemudian ‘diadu’ argumennya atas sebuah artikel/pendapat. Tajuk yang dipasang memang ‘kebebasan berpendapat’, dan benar saja, isinya cuma pendapat tanpa kerendahan hati untuk menghargai dan memahami pendapat orang lain. Dan jadilah debat kusir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forum yang lain memiliki anggota yang lebih sewarna, dalam agama atau kelompok yang sama. Isinya memang tak sepanas forum gado-gado karena pendapat yang muncul relatif tak saling ekstrem tapi tetap saja akan memanaskan hati mereka yang ada di luar kelompok tersebut. Di sana, semua dibahas hanya dari satu sudut pandang saja. Nyaris tak ada perbedaan atau penyeimbang. Namun, sama dengan forum yang saya sebut di awal, forum seperti ini juga tak menawarkan kesejukan di dunia yang makin panas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan muncul dalam benak saya: apa yang sedang terjadi? Mengapa masyarakat sekarang--fenomena serupa juga muncul tak hanya di dunia maya--lebih susah menghargai perbedaan? Mereka kehilangan daya nalar dan pertimbangan (karena nyaris tak ada yang mencoba menyelidiki dengan seksama artikel yang dipakai untuk memulai sebuah forum diskusi)--semua ditelan mentah-mentah lalu diterima sebagai kebenaran mutlak. Sepertinya semua orang mengidap xenophobia, ketakutan pada orang lain (yang tidak se-label).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang memberi solusi: ya, tidak usah dibaca saja. Benar juga, sih. Karena apapun yang masuk ke dalam forum seperti itu tidak akan dipercaya jika hati dan pikiran mereka yang tergabung di dalamnya sudah terkunci mati. Sayangnya, kebanyakan dari mereka yang tergabung adalah generasi muda atau setidaknya masuk dalam rentang usia produktif... energi mereka terbuang percuma. Padahal energi yang sama bisa dipakai berkarya dan membangun sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba menganalisis perilaku mereka. Menurut saya, apa yang mereka lakukan--debat dan pembelaan diri--adalah bentuk rasa ketidakamanan yang mereka rasakan. Mereka merasa terancam baik oleh faktor luar (orang, ideologi, pendapat, atau situasi lain) maupun faktor dalam. Sepertinya faktor dalam ini yang paling ‘mencekam’, yaitu rasa tidak percaya diri. Mereka sesungguhnya ragu pada keyakinan atau pendapat atau status mereka sendiri, namun tak kuasa menghentikannya. Itulah sebabnya--sebagai mekanisme pertahanan diri--mereka ‘menyerang’ pihak lain lebih dulu: sebanyak-banyaknya ‘melukai’ pihak lain agar merasa digdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ongkos yang dibayar mereka pun menjadi sangat mahal: rusaknya persatuan bangsa, merebaknya kebencian yang adalah penghalang kemajuan, dan tersia-saiakannya waktu dan tenaga mereka. Forum-forum seperti ini sebaiknya tidak dibiarkan hidup. Bukan dengan melarang atau menutup paksa, tapi lebih baik kita tak ikut terlibat di sana. Lebih baik kita berbuat sesuatu demi kemajuan bersama yang mengharumkan nama bangsa dan agama daripada berkubang di forum-forum yang tak harum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-114785326240448109?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/114785326240448109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=114785326240448109' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114785326240448109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114785326240448109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/05/forum-yang-tak-harum.html' title='Forum yang Tak Harum'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-114698334845588158</id><published>2006-05-06T23:26:00.000-07:00</published><updated>2006-05-06T23:29:08.460-07:00</updated><title type='text'>Ketika Hidup tak Seindah Mawar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/1600/american_beauty.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/320/american_beauty.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Tak ada yang menduga, pekarangan nan hijau dengan mawar-mawar merah segar bermekaran itu hanyalah imaji. Ada sebuah filosofi yang diuntai: bahwa agar mencapai sukses, seseorang harus menampilkan kesuksesan di mata khalayak. Namun, dibalik pintu rumah yang serba ramah dengan pekarangan yang indah itu, siapa yang tahu?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kemolekan Amerika yang demikian menggoda. Kemolekan itu telah membuat ribuan orang mencari kehidupan di sana. Ada yang bertandang baik-baik lewat pos-pos imigrasi, namun lebih banyak lagi yang datang sembunyi-sembunyi. Beberapa berhasil menuai sukses. Kaya raya, nama yang dikenal, dan serenteng gemerlap dunia menyertai. Tak sedikit pula yang terhenyak di balik pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak hanya para pendatang, haram maupun legal, yang tertipu. Orang-orang bule Amerika yang tak asli itu sendiri juga masih tak kebal kaget. Padahal sehari-harinya mereka hidup bersama kepalsuan mereka masing-masing yang mereka namai imaji, citra yang wangi dan dendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Sam Mendes sebagai sutradara dan Alan Ball yang menguntai cerita dengan penuh satir dalam sebuah film komedi-tragedi yang mendapat Oscar: American Beauty. Film yang dibintangi Kavin Spacey dan Anette Bening ini juga menginspirasi lahirnya karya-karya dari kamera para sineas Amerika, seperti Six Feet Under--yang juga ditulis oleh Ball--dan serial yang sedang laris manis saat ini: Desperate Housewives, karya Mike Cherry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan keluarga Burnham: dengan Laster--sang ayah--yang kuyu dan Carolyn--istrinya--yang bercita-cita menjadi realtor yang sukses. Sudah bertahun-tahun mereka tak lagi akur, di atas dan di luar ranjang. Dengan hidup masing-masing yang tak saling &lt;i&gt;nyambung&lt;/i&gt;, mereka membesarkan anak semata wayangnya, Jane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan malam bersama di ruang makan, diiringi musik klasik pilihan sang ibu, memang tak pernah absen mereka lakukan bersama. Percakapan seadanya sesekali terjadi di sela-sela bersantap. Namun hambar. Tidak Laster atau Carolyn juga Jane yang merasa hidup mereka menarik. Dan sebenarnya, mereka juga tak saling tertarik dengan hidup satu sama lain. Lalu buat apa? Agar mereka dianggap sebagai keluarga yang 'normal', tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jane punya seorang teman, Angela Hayes yang pirang dan--paling penting--populer. Angela &lt;i&gt;ogah&lt;/i&gt; punya hidup yang yang biasa-biasa saja yang menurutnya bagai kutukan terbesar. Ia mengaku ke sana ke mari sebagai calon model top Amerika kelak. Ia juga sering bercerita kepada Jane tentang cowok-cowok yang selalu terangsang ketika melihatnya. Juga tentang hubungan badannya dengan sesama murid di sekolah mereka hingga seks yang dilakukannya dengan seorang fotografer terkenal yang menjanjikan akan mengorbitkan namanya. Angela selalu bersemangat bercerita, hanya saja itu semua ternyata bohong belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup keluarga Burnham berubah sejak keluarga Fitts menempati rumah kosong di sebelah mereka. Sang ayah adalah kolonel marinir pendiam yang gandrung dengan segala hal yang berbau militer, dari senjata api hingga piring NAZI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colonel Fitts, yang &lt;i&gt;homophobic&lt;/i&gt; punya seorang putra yang sudah 'pandai' mengumpulkan uang dari bisnis ganjanya. &lt;i&gt;Saking&lt;/i&gt; pandainya, sang kolonel tak pernah tahu tentangnya meskipun ia mengawasi dengan ketat hidup anaknya itu. Bahkan, setiap enam bulan sekali Ricky Fitts harus menyerahkan urin untuk dites, namun ia selalu lolos, bahkan penghasilannya telah mencapai 40ribu-an dolar. Ricky adalah teman Jane di sekolah barunya. Mereka kemudian saling jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lester bertemu Angela suatu malam di jeda pertandingan basket SMU. Di sana, Angela--juga Jane--adalah cheerleader dengan rok pendek yang sungguh menggoda. Gejolak darah mudanya pun kembali memompakan semangat dalam hidupnya yang layu. Apalagi ketika Lester menguping ketika Angela mengatakan kepada Jane, bahwa ayahnya hanya perlu sedikit &lt;i&gt;work out &lt;/i&gt;untuk bisa masuk kriteria seksi. Sejak itu, Lester--yang sering membayangkan bercinta dengan Angela--rajin membentuk tubuhnya ditemani ganja pemberian Ricky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama, Carolyn bertemu dengan seorang realtor kondang pujaannya bernama Buddy Kane yang flamboyan itu dalam sebuah pesta. Carolyn menemukan sosok sukses dalam diri Buddy. Dalam waktu singkat, Buddy--yang baru saja ditinggal sang istri--dan Carolyn menjalin cinta yang membuat hidupnya kembali membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ball membungkus kisah ini dari sudut pandang Lester yang bercerita dari ketinggian langit. Lester membuka helai demi helai kisahnya dan tokoh-tokoh lain bukan untuk mencaci atau mengutuk hidupnya sendiri, tapi untuk disyukuri. Lho?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, di ujung hidupnya, Lester menemukan kembali harga dirinya. Ia keluar dari pekerjaannya--bukan dipecat!--yang ia sebut "pelacuran di dunia periklanan" dengan uang pesangon hampir 60ribu dolar hasil memeras sang bos. Tak hanya itu, Lester berhasil mengambil kembali martabatnya dari sang istri yang selama ini mendominasi. Ia jual mobil lama mereka demi Pontiac merah yang sejak kecil ia inginkan. Walaupun akhirnya Lester mati dengan kepala yang menganga namun dengan senyum menang di bibir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang mengandalkan kekuatan pada kisah dan akting yang memukau ini tak hanya sukses membawa pulang Oscar untuk film terbaik dan Kevin Spacey sebagai aktor paling mumpuni tahun itu. Film ini juga terbukti mampu mengangkat kehidupan 'sehari-hari' masyarakat subperkotaan di Amerika yang ternyata tak seindah taman di pekarangan rumah menjadi tontonan yang asik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kapan kita, di Indonesia, bisa memotret keseharian masyarakat--yang tak kalah bermasalahnya ini--dalam sebuah film yang jujur namun tetap renyah. Menghenyakkan kita pada kenyataan dan mengajarkan sebuah pesan penting tanpa mengurui: bahwa kepalsuan akan selalu ada di tengah masyarakat yang memuja citra luar seseorang, yang tak hanya terjadi jauh di seberang benua sana, namun juga di sini, di sekitar kita. Atau--mungkin--kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-114698334845588158?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/114698334845588158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=114698334845588158' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114698334845588158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114698334845588158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/05/ketika-hidup-tak-seindah-mawar.html' title='Ketika Hidup tak Seindah Mawar'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-114698319752752842</id><published>2006-05-06T23:22:00.000-07:00</published><updated>2006-05-06T23:33:13.866-07:00</updated><title type='text'>Galungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/1600/Penjor_JPG.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3546/2039/320/Penjor_JPG.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Umat Hindu di Bali sedang bersuka. Hari ini mereka merayakan kemenangan Dharma atas Adharma. Setiap rabu kliwon pada minggu kesebelas (wuku Dungulan) diperingati sebagai hariraya Galungan, yang disusul sepuluh hari kemudian oleh hariraya Kuningan. Galungan dan Kuningan mungkin adalah hari raya termeriah dalam kalender Bali.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galungan dirayakan pertama kali pada 804 Masehi. Kemeriahan perayaannya yang pertama ini dilukiskan dalam kitab &lt;i&gt;Purana Bali Dwipa&lt;/i&gt;, bahwa Bali tak ubahnya seperti Indraloka, khayangan para dewa. Tidak seperti sekarang, Galungan ketika itu jatuh pada hari kelima belas (purnama) bulan Kartika (sekitar Oktober). Sempat tidak lagi dirayakan selama 23 tahun pada masa pemerintahan Raja Sri Ekajaya (1103 Saka), Galungan kembali hidup di Bali sebagai &lt;i&gt;rerahinan gumi&lt;/i&gt; pada masa pemerintahan Raja Sri Jayakasunu (1126 Saka) hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galungan sendiri berarti pertarungan yang jaya. Pertarungan apa yang sedang dirayakannya? Galungan bukanlah perayaan kemenangan seorang raja yang bisa menaklukan sebuah wilayah jajahan baru. Ia bukan pula monumen waktu yang mengisahkan kejayaan seorang tokoh yang berhasil menduduki kursi jabatan tertentu. Lebih dari itu, Galungan menjadi peringatan tegaknya panji-panji Dharma yang akan selalu berjaya melawan Adharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dharma dalam bahasa sansekerta punya akar kata &lt;i&gt;dhr&lt;/i&gt; (baca: dhri). Artinya, menopang, menyangga, menyokong, mendukung, memangku. Apa yang disangga dharma? Alam semesta ini, termasuk manusia yang tinggal di secuil bagiannya. Dharma bisa juga dimaknai sebagai hukum alam, hukum dasar yang menggerakkan jagat ini. Matahari berpijar, bumi dan bulan yang berputar mengitari surya, air yang mengalir, biji yang tumbuh, semuanya ini bergerak sesuai dharma-nya masing-masing. Dan semua yang melanggar hukum ini disebut adharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adharma tak hadir di luar sana. Tapi ia muncul di dalam diri manusia. Adharma adalah hidup yang tidak selaras dengan alam, yang tak perduli pada keharmonisan semesta. Adharma tumbuh dari nafsu yang tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penebangan hutan tanpa memperhatikan lingkungan adalah adharma. Eksploitasi berlebihan air dan sumber daya alam lain juga wujud adharma. Menolak pluralitas dan segala bentuk aksi kekerasan (&lt;i&gt;himsa&lt;/i&gt;) yang dilakukan untuk memaksakan kehendak juga adharma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Galungan adalah peringatan: siapa saja yang melawan harmoni alam, niscaya--cepat atau lambat--ia akan ditaklukkan. Dharma pasti akan menang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dharma juga sering dimaknai sebagai kebajikan, kewajiban, kebenaran. Sehingga Galungan juga menawarkan kekuatan agar mereka yang saat ini sedang melawan kejahatan, penindasan, dan kesewenang-wenangan tidak menyerah. Karena dharma, kebenaran itulah yang akhirnya berjaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adharma tak bisa dilawan dengan adharma juga. Jangan melawan kejahatan dengan berbuat jahat pula. Ia harus diperangi dengan Kebenaran dan Kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari kemudian, pada sabtu kliwon minggu berikutnya, masyarakat di Bali merayakan Kuningan. Kuning adalah warna padi yang telah siap dipanen, juga warna dari emas serta perlambang kemakmuran dan kegembiraan. Pada hari ini mereka berterima kasih pada Sang Mahapemberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuningan tak pernah bisa dipisahkkan dari Galungan. Ketika kita berpegang pada dharma, maka kesejahteraan dan kebahagiaan pasti akan mengikuti. Ketika kita tak bertindak rakus dan menguras alam berlebihan, maka kita akan memeperoleh hidup yang bersahaja. Hidup yang penuh guyuran berkah ini lebih berharga daripada hidup di antara harta benda yang mati. Inilah hidup yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini, umat tak meminta, namun berterima kasih. Mereka tak memohon lebih, tapi mensyukuri. Mereka berhenti sejenak untuk menikmati hartanya yang sejati: kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-114698319752752842?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/114698319752752842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=114698319752752842' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114698319752752842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114698319752752842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/05/galungan.html' title='Galungan'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27671127.post-114891663299319476</id><published>2006-03-09T08:26:00.000-08:00</published><updated>2006-05-29T09:53:13.503-07:00</updated><title type='text'>INDONESIA:Negeri dalam Lipatan Kitab</title><content type='html'>&lt;i&gt;Mengapa begitu banyak orang menderita?&lt;br /&gt;- Karena sebagian besar penghasilannya diambil oleh pemerintah. Itu sebabnya ia menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa begitu banyak orang memberontak?&lt;br /&gt;- Karena terlalu banyaknya campur tangan pemerintah. Itu sebabnya mereka memberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa begitu banyak orang tidak ingat akan kematian?&lt;br /&gt;- Karena peraturan-peraturan pemerintah yang membuat mereka sibuk dan berjerih payah untuk mencari nafkah. Itu sebabnya mereka tidak ingat akan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan yang bijak tidak akan banyak mencampuri urusan rakyatnya, sehingga selalu didukung dan terjadi kerjasama yang baik antara rakyat dan pemerintah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;- syair ke-75 Tao Teh Ching; Lao Tze -&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Untuk negeri ini, yang sedang berada diambang perpecahannya. Saat penderitaan mendera, warganya malahan sibuk berseteru tentang sebuah rancangan undang-undang yang melangkahi wilayah privat individu, memecah belah keberagaman yang telah diperjuangkan untuk hidup bersama oleh para pendiri bangsa, mengekang raga dan ekspresi jiwa, memenjara perbedaan atas nama Moral.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Moralitas tidak bisa dibangun dari kata-kata yang distempel dalam kitab-kitab hukum negara. Kebaikan tak bisa dipaksakan. Ia harus muncul sendiri dari dalam, seperti buah yang matang sempurna. Ia bisa diajarkan, dipetuahkan, diperbincangkan.. tapi tidak bisa dipaksakan. Jadilah baik, maka perilaku Anda akan baik dengan sendirinya. Jika kita butuh peraturan untuk menjadi baik, ketahuilah, kita belumlah orang baik-baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beri anak-anak bangsa cara bagaimana memilah dan memilih yang baik bagi dirinya sendiri. Ya, aturan perlu pada batas-batas tertentu, tapi kita sama sekali tidak butuh kekangan. Beri anak-anak bangsa senjata untuk melindungi dirinya sendiri, tanpa perlu menaklukan orang lain. Beri mereka kebebasan tapi juga tumbuhkan rasa kepedulian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mungkin Lao Tze benar, bahwa "peraturan dibutuhkan bila masyarakatnya tidak sadar, sehingga perlu dikendalikan". Di negeri ini banyak orang tidak sadar, tapi saya yakin lebih banyak lagi mereka yang masih akrab dengan hati nurani, inti kesadaran. Mereka hanya tidak (belum) bersuara saja. Tapi Lao Tze yakin:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang keras dan kaku akan gagal;&lt;br /&gt;Yang lemah dan yang lembut akan berhasil.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bukankah ini esensi agama? Melembutkan jiwa. Menghaluskan rasa. Menghargai raga. Memanusiakan manusia seutuhnya. Bukan menaruhnya dalam lipatan kitab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27671127-114891663299319476?l=katahari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katahari.blogspot.com/feeds/114891663299319476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=27671127&amp;postID=114891663299319476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114891663299319476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27671127/posts/default/114891663299319476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katahari.blogspot.com/2006/03/indonesianegeri-dalam-lipatan-kitab.html' title='INDONESIA:&lt;br&gt;Negeri dalam Lipatan Kitab'/><author><name>Madé Harimbawa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04248433902331974880</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm1.static.flickr.com/115/292872596_1030dc79ec.jpg?v=0'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
